Sabtu, 01 Maret 2014

TUGAS KASUS I 
Gambaran kasus
Suatu pagi pukul 06.30 WIB. Sheila (19 tahun) tetangga depan apotek anda datang dan bertanya tentang obat antidiare untuk adik laki-lakinya Miki (8 tahun) yang sedang diare. Sheila belum memberikan obat untuk adiknya tetapi dia ingat masih ada sisa Kaopectate di lemari obat. Dia mengkhawatirkan kondisi adiknya karena saat ini kedua orang tuannya sedang keluar kota dan dia hanya tinggal bertiga bersama pembantunya.


Hasil Patients Assesment
         Nama                                       : Miki
         Umur                                       : 8 tahun
         Berat badan                             : 28 kg
         Keluhan                                   : diare sudah 5 kali dari kemarin sepulang sekolah setelah makan gado-gado di kantin sekolah dan 1 kali tadi pagi
         Gejala lain                               : perut sakit, muntah 1 kali, lemas, tidak ada demam
         Konsistensi feses                     : encer, tidak berlendir, tidak berdarah
         Konsumsi makanan terakhir    : gado-gado di kantin sekolah
         Riwayat penyakit                    : tidak ada penyakit lain
         Alergi terhadap obat               : tidak ada
         Action being taken                  : belum ada tindakan
         Obat yang dimiliki saat ini      : Kaopectate® yang sudah 1 bulan disimpan di kotak obat
         Medication being taken          : belum ada
         Anggota keluarga lain yang diare : tidak ada

Analisa kasus
1.      diare sudah 5 kali dari kemarin sepulang sekolah setelah makan gado-gado di kantin sekolah dan 1 kali tadi pagi
2.      perut sakit
3.      muntah 1 kali
4.      lemas
5.      feses encer, tidak berlendir, tidak berdarah
6.      tidak demam
Tinjauan Tentang Diare Karena Keracunan Makanan

Defenisi
Diare adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala BAB dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri,virus dan parasit yang pathogen.
Klasifikasi Diare
Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya , yaitu :
1.  Diare akut adalah diare awalnya mendadak dan berlangsung singkat,dalam beberapa jam sampai 7 atau 14 hari.
2.  Diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari tiga minggu pada orang dewasa dan dua minggu pada bayi anak-anak.
Perbedaan diare akut dan kronis:
Diare Akut:
  • Terjadi 72 jam setelah agen diare masuk ke dalam tubuh
  • Keluhan yang dialami penderita adalah: feses berair, lemah, perut sakit, seperti kembung, perut bagian bawah tiba-tiba kejang dan berbunyi sebagai tanda adanya gangguan pencernaan
Diare kronis:
  • Terjadi setelah 2-3 kali agen diare menyerang, biasanya terjadi lebih dari 14 hari
  • Menyebabkan turunnya berat badan, selalu lesu dan anoreksia (selera makan menurun)
  • Demam, yang mengindikasikan bahwa diare disebabkan oleh adanya infeksi

    Etiologi
Penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor :
-          Faktor Infeksi

1.      Infeksi enteral : infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Meliputi infeksi enteral sebagai berikut:

·         Infeksi bakteri; Vibrio, E. coli, Salmonella, Shigella, Campylobakter, Yersinia, Aeromonas dan sebagainya.
·         Infeksi virus; Enterovirus (Virus ECHO, Coxsackie, Poliomyelitis), Adenovirus, Rotavirus, Antrovirus dan lain-lain.
·         Infeksi parasit; Cacing (Ascaris, Trichuris, Oxyuris, Strongyloides), Protozoa (Entamoeba histolitika, Giardia lambia, Trichomonas hominis), Jamur (Candida albicans).

2.      Infeksi Parenteral ialah infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti; otitis media akut (OMA), tonsilitis/tonsilofaringitis, bronchopneumonia, enchefalitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur dibawah 2 tahun.

-          Faktor Malabsorpsi

  • Malabsorpsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa): monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering adalah intoleransi laktosa.
  • Malabsorpsi lemak
  • Malabsorpsi protein

-          Faktor Makanan
Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.                 
-          Faktor Psikologis
Rasa takut dan cemas (jarang, tetapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar)
Patofisiologi

Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah:
  1. Gangguan osmotic
Adanya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam lumen usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektroloit ke dalam lumen usus. Isi rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.
2.      Gangguan sekresi
Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi, air dan elektrolit ke dalam lumen usus dan selanjutnya timbul diare kerena peningkatan isi lumen usus.
3.      Gangguan motilitas usus.
Hiperperistaltik akan menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan, selanjutnya dapat timbul diare pula.
Manifestasi Klinik yang dialami pasien

1.      diare sudah 5 kali dari kemarin sepulang sekolah setelah makan gado-gado di kantin sekolah dan 1 kali tadi pagi
2.      perut sakit
3.      muntah 1 kali, disebabkan lambung yang turut meradang atau gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit.
4.      lemas
5.      feses encer, tidak berlendir, tidak berdarah
6.      tidak demam

Tinjauan terapi untuk menyelesaikan kasus

A.    Terapi Non farmakologi

Terapi non farmakologi dapat dilakukan dengan upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan menghindari pemicu diare. Contohnya bila tidak mampu memetabolisme laktosa maka dapat mengonsumsi susu nabati atau dengan mengurangi makanan pedas. Penanganan utama diare dapat dilakukan dengan cara mengoreksi kehilangan cairan dan elektrolit tubuh (dehidrasi) dengan terapi rehidrasi, yaitu menggantikan cairan dan elektrolit secepat mungkin. Bila masih memungkinkan secara oral, maka larutan gula garam atau oralit buatan pabrik telah mencukupi kebutuhan asalkan diberikan sesuai patokan (sesuai umur penderita dan berat ringannya dehidrasi). Penyebab kematian terbesar pada kasus diare adalah terjadinya dehidrasi, bukan karena bakteri atau penyebab lainnya. 

B.  Terapi farmakologi

Pemberian obat pada diare dimaksudkan untuk:

1. mengurangi frekuensi diare dengan zat yang bersifat pengental, contoh: kaolin dan pektin (kaopectate: merek Indonesia), bismuth

2. mengurangi penyerapan air di usus dengan zat pengecil pori-pori saluran cerna atau adstringensia, contoh: tannin (teh, daun jambu biji, dan buah salak muda) dan arang aktif (diapet, new diatab, norit: merek Indonesia)

3. mengurangi motilitas/ gerakan usus dengan zat parasimpatolitik, contoh: golongan narkotika (kodein, loperamid (loperamide, lomid, imodium: merek Indonesia).
Obat –obat yang bisa digunakan untuk mengatasi diare antara lain: golongan obat yang mengandung Karboadsorben, Attapulgit, Bismuthi Subsalisilat, atau Kombinasi attapulgit dan pektin


Review Outcome Kasus

Dilihat dari gejala pasien, pasien terkena diare akut karena pasien tidak mengalami gejala demam, dan feses pasien juga tidak ada darah.
Dijelaskan oleh keluarga pasien, pasien mempunyai obat kaupectat yang ada
dirumah, yang merupakan golongan obat bebas.
Tujuan terapi yang diberikan yaitu untuk Mengatasi terjadinya dehidrasi dan menghentikan diare pasien serta meningkatkan nutrisi pasien
Obat kaupectat tersebut digunakan untuk mengurangi frekuensi diare dengan zat yang bersifat pengental
Mekanisme obat kaupectat : Kaolin dan pectin akan bekerja menyerap dan menghilangkan rangsangan, melenyapkan bakteri dan zat-zat yang merangsang, yang seringkali menjadi penyebab timbulnya mencret-mencret. Kaolin merupakan zat penyerap yang ampuh dalam usus, yang bekerja di permukaan untuk menyerap bakteri, racun serta zat yang bersifat merangsang. Pectin bekerja menghilangkan racun bakteri, makanya zat ini tak diserap tubuh. Pengaruhnya yang berguna untuk mengobati mencret hanya terbatas pada dinding usus.


Keputusan Apoteker

Sebagai apoteker saya menganjurkan menggunakan kaupectat karena Dilihat dari gejala pasien, pasien terkena diare akut karena pasien tidak mengalami gejala demam, dan feses pasien juga tidak ada darah.
Kemudian umur pasien pun cukup untuk menggunakan obat kaupectat kecuali jika umur pasien masih dibawah 3 tahun, dan kaupectat digunakan pada pasien yang tidak demam.

Materi KIE

Pasien mengalami diare akut yang ditandai dengan gejala-gejala BAB 5 kali kemudian muntah, feses encer tetapi pasien tidak mengalami gejala demam.
kaupectat merupakan golongan obat bebas, kaupectat dapat menurunkan frekuensi diare dengan sifat mengental,




DIALOG
Pada suatu pagi yang cerah pukul 06.30 WIB di apotek “cosLinda Farma” datanglah sheila yang dengan tergesa-gesa dan terlihat sangat panik, sheila menuju apotek linda dengan diantar oleh pembantunya.
Karyawan Apotek : Selamat pagi, mbak. Ada yang bisa kami bantu?
sheila                  : selamat pagi, Mbak. Adik saya buang air besar sudah 5 kali dari kemarin dan tadi sebelum kesini dia buang air besar lagi mbak.
Karyawan Apotek : em,, mungkin adik mbak terkena diare. Tapi untuk lebih
jelasnya, mbak bisa berkonsultasi dengan apoteker kami.
Sebentar saya panggilkan apotekernya.
Apoteker              : Selamat sore, mbak. Saya apoteker di sini. Nama saya linda. Nama mbak siapa?
Sheila               : Nama saya sheila
Apoteker              : Rumahnya di mana, mbak?
Sheila               : Saya tinggal di depan apotik ini mbak.
Apoteker              : wah, berarti kita tetangga dong .Apa yang mbak keluhkan?
Sheila               : ya mbak, .. bukan saya mbak tetapi miki adik saya,Dari kemaren perutnya  mulas dan sering buang air besar.
Apoteker              : sudah berapa kali mbak bab nya?
Sheila               : Kira-kira 5 kali kemarin Mbak dan tadi pagi sebelum saya kemari dia juga bab. Badannya sampe lemas, mana muntah lagi kemarin mbak.
Apoteker              : Sebelumnya makan apa?
Sheila               : makan gado-gado di kantin sekolah
Apoteker              : miki bisa jadi terkena diare karena makanan yang kurang
higienis atau mungkin ada yang sudah basi di sana.
Sheila                     : O… Iya, mbak.soalnya adik saya langsung sakit perut terus muntah deh karena makan gado-gado itu, saya juga pernah melihat gado-gado itu banyak lalat karena gak pernah ditutup oleh sang penjualnya.
Apoteker        : lain kali kasih tau sama adikkmu jangan sembarangan makan, karena dapat menyebabkan penyakit. kita perlu waspada loh mbak dengan memilih makanan yang bersih dan sehat. Saat ini, udara panas dimana banyak lalat beterbangan, juga debu-debu pembawa kuman. Selektiflah dalam mengkonsumsi makanan. Jagalah makanan dalam keadaan baik misal masukkan ke kulkas karena makanan yang di luar mudah terkontaminasi.

Sheila                       : iya mbak, dia itu emang suka gak nurut nasehat, mungkin sudah kejadian sakit ini dia gak mau lagi makan sembarangan. Jadi begini kejadiannya mana papa sama mama ada di australia.
Apoteker              : sebelumnya miki sudah minum obat apa?
Sheila               : Belum ,mbak… saya bingung obat apa yang bisa diminum. Tapi dirumah ada masih ada kok sisa obat anti diare Kaopectate di lemari obat.
Apoteker          : oh, ada kaupectat, sudah berapa lama disimpan dalam lemari mbak?

sheila               : sudah satu bulan mbak.
Apoteker              : oh, Bentuk tinjanya seperti apa, mbak? Cair atau lembek?
Sheila               : encer, mbak… ini contoh sampel fesesnya...
Apoteker              : Ada lendirnya. Tidak, mbak? Kayaknya tidak ada deh mbak kalo diamati..
Sheila           : tidak ada mbak…
Apoteker              : demam gak mbak mikinya?
Sheila               : nggak demam kok mbak, Cuma muntah aja mbak kemarin,

Apoteker          : oh, berapa tahun umur miki mbak?
Sheila               : 8 th mbak

Apoteker          : oh yasudah berikan saja obat kaupectatnya mbak
(langsung manggil AA nya)
Mbak zee, tolong ambilkan sediaan oralit
AA  (zeee)                     : Iya, bu…  
Apoteker              : (Setelah obat ada di tangan ) Ini Obatnya Oralit diminum setiap selesai BAB, 200-300 ml (1-setengah gelas) mbak biar ga lemas, ga dehidrasi.. , Terus kaupectatnya( kombinasi kaolin-pektin) diminum 2-4 sendok makan (30-60 ml).
Sheila                       : O… begitu… berapa biayanya, Bu?
Apoteker              : Langsung ke kasir aja, mbak…
Sheila               : Terima kasih, mbak… Saya permisi dulu.
Apoteker              : Sama-sama. Semoga lekas sembuh. Bilang sama miki..
Di depan kasir….
Sheila                     : Berapa semuanya, Mbak?
Kasir                    : semuanya dua puluh ribu, Mbak…



1 komentar: